Selamat malam, apa kabar? Jangan lupa makan ya, nanti kalau sakit nyusahin.
Kemarin saat sedang menyusuri jalanan Samarinda menggunakan Jupiter Z1 berwarna merah-hitam, langit tiba-tiba menangis tanpa sebab yang kutahu pasti, karena kutanya ia hanya terus menangis tanpa bercerita kepadaku. Karena aku tidak punya jas hujan di jok motorku maka aku pun berteduh di salah satu gerai swalayan yang memiliki ribuan cabang di indonesia. Sambil menikmati suara rintik hujan, pikiranku bergerilya mencari tahu kenapa langit menangis, apakah ia menangis bahagia atau sedih? Daripada penasaran maka kutanyakanlah kepada langit, tapi nihil ia tidak menjawab pertanyaanku, malah tangisnya tambah menderu-deru. Dasar aneh.
Aku sudah mulai jenuh berdiri di depan gerai swalayan ini, ponselku pun sudah harus diisi dayanya. Untuk membunuh kebosanan, aku pun iseng bercerita kepada langit, tentang hampanya hidupku, tentang betapa tidak adilnya dunia, dan hal-hal remeh temeh lainnya. Memang tidak ada jawaban langsung dari langit, manabisa langit berbicara. Tapi setelah langit menangis, lalu datanglah sinar warna-warni, orang biasa menyebutnya pelangi.
Lihatlah, langit sungguh aneh, setelah menangis tanpa sebab lalu ia menampilkan pelangi, aku tidak tahu maksudnya tapi kata orang itu menyimbolkan kebahagiaan, mana mungkin setelah menangis langit bisa langsung bahagia kan?
Setelah tangisan langit reda aku masih berdiri di depan swalayan, memandang langit yang sedang menyunggingkan pelangi, aku bingung apa maksudnya? Setelah ber-argumen dengan isi kepalaku, barulah aku bisa menafsirkan apa maksud dari langit. Tentu saja, syukur!
Aku baru menyadarinya bahwa langit pandai bersyukur, langit mungkin menangis sejadi-jadinya tapi ia tidak pernah mengeluh di Instagram bahwa ia sedang mempunyai masalah yang besar karena ia tahu bahwa ia punya tuhan yang lebih besar, yaitu Allah. Saat ia ingat Allah, langit berhenti menangis dan menyunggingkan sebuah pelangi, ia tersenyum bahwa ia masih memiliki Allah.
Untunglah langit memberitahuku tentang apa itu syukur, terimakasih langit.
Dan terakhir, terimakasih Allah telah mempertemukanku dengan langit.